Minggu, 21 Agustus 2011

Pengambilan Data dengan Observasi

Bila seorang evaluator memutuskan untuk memanfaatkan metode observasi sebagai metode pengumpul data maka perlu menjaga agar reliabilitas observasi dapat dipertanggungjawabkan semaksimal mungkin. observasi merupakan proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari proses biologis dan psikologis. dua diantaranya yang terpenting yaitu proses pengamatan dan ingatan.

Dua indra yang sangat vital dalam pengamatan adalah mata dan telinga. jika mata digunakan sebagai alat penangkap fakta-fakta, ada tiga hal penting yang perlu diketahui oleh seorang evaluator. Pertama, evaluator harus percaya bahwa penglihatannya adalah baik dan dapat menangkap fakta-fakta dengan benar. Kedua, sungguhpun ia percaya pada penglihatannya ia harus menyadari bahwa penglihatan orang memiliki keterbatasan-keterbatasan. Ketiga, menyadari kelemahan dan keterbatasan alat penglihatan maka evaluator harus berusaha untuk mengatasi keterbatasan tersebut.

terdapat tiga cara mengatasi keterbatasan tersebut, yaitu :
  1. Sediakan waktu yang lebih banyak agar dapat melihat objek yang kompleks dari berbagai segi, jurusan secara berulang-ulang
  2. Menyediakan observer yang lebih banyak untuk melihat objeknya dari segi-segi tertentu dan mengintegrasikan hasil penyelidikan mereka untuk memperoleh gambaran tentang keseluruhan objek
  3. Mengambil lebih banyak objek yang sejenis agar dalam jangka waktu yang terbatas dapat disoroti objek-objek itu dari segi yang berbeda-beda oleh penyelidik yang jumlahnya terbatas
Tidak semua orang memiliki ingatan yang setia, dan tidak setiap orang memiliki ingatan yang luas pula. Kedua dimensi ingatan inimeletakan batasan-batasan dalam dalam realitas pengamatan. Karena itu, jika ada cara-cara tertentu yang dapat mengatasi kelemahan kesetiaan dan keluasan ingatan, maka perlu dipertimbangkan untuk digunakan.
cara-cara tersebut antara lain :
  1. Mengadakan pencatatan denga check list
  2. Menggunakan alat perekam
  3. Menggunakan lebih banyak observer
  4. memusatkan perhatian pada data-data yang relevan
  5. Mengklasifikasi gejala dalam golongan-golongan yang tepat
  6. Menambah bahan apersepsi tentang objek yang akan diamati.



RELATED ARTICLE


0 komentar:

Senin, 7 Juli 2014
Grab this Widget ~ Blogger Accessories